Saya dilahirkan dari keluarga Kristen Protestan yang taat. Kedua orang tua saya adalah orang yang sangat tekun menjalankan ibadah, baik ke gereja maupun ibadah yang diadakan di lingkungan masyarakat. Berkat ketelatenannya itu, ayah saya dipercaya sebagai penatua. la memimpin gereja di suatu distrik atau wilayah di tempat tinggal kami. Tak heran, jika kami -anak-anaknya- mengikuti jejak beliau, aktif di lingkungan yang sarat dengan aktivitas kerohanian itu.
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
#2: Pemuda yang Ditolong oleh Allah
Ada seorang pemuda yang mengingkari agamanya dan melupakan Tuhannya serta melalaikan dirinya sendiri. Ia sering dijadikan contoh untuk sebuah kedurhakaan dan pembangkangan. Karena seringnya ia menyakiti orang lain, sudah banyak orang yang mendoakan kebinasaannya agar semua orang bisa hidup tenang tanpa gangguannya.
#1: Kisah Tiga Karung Beras
Jihad Nabi di Bumi Palestina
Oleh asy-Syaikh Dr. Abu Anas Muhammad Bin Musa Alu Nashr -hafizhahullah-
Palestina adalah bumi penuh berkah yang Allah jadikan sebagai tempat turunnya risalah, tempat berhimpunnya kebudayaan dan sebagai tempat hijrah para nabi-Nya. Di dalamnya terdapat kiblat pertama dan tempat di-isra’-kannya Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam, di dalamnya pula Dajjal akan binasa melalui tangan al-Masih ‘alayhis salam dan dibinasakannya Ya’juj dan Ma’juj. Serta di dalamnya pula, bebatuan dan pepohonan akan berkata, “Wahai muslim! Wahai hamba Allah! Ini ada Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia!”, maka Yahudi pun akan binasa melalui tangan hamba-hamba Allah yang shalih di bumi Palestina.
Rasulullah pernah mengimami seluruh Nabi di Masjid al-Aqsha, agar imamah (kepemimpinan) dan siyadah (kekuasaan) di atas Masjidil Aqsha tetap langgeng, agar seluruh makhluk tunduk terhadap Islam. Selama perputaran sejarah, kerajaan-kerajaan dan negeri-negeri saling bermusuhan untuk memperebutkannya, mereka saling membinasakan dan mengalahkan dalam rangka menguasainya dan mendudukinya. Dikarenakan Palestina adalah bumi Allah terpilih (the choosen land) yang Allah memilihnya sebagai tempat hijrah bagi khalil (kesayangan)-Nya Ibrahim dan kalim-Nya (kalim: orang yang diajak bercakap) Musa, sebagai tempat kelahiran Isa dan tempat isra’-nya Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam.
Di saat kemunculan Islam, Palestina saat itu di bawah kekuasaan imperium Romawi yang salibis paganis. Maka merupakan keharusan mensucikan Palestina dari najis-najis mereka. Nabi telah menulis surat kepada Raja Romawi dan mengutus kepadanya beberapa utusan. Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam pernah mengerahkan pasukan dalam jumlah besar, dan Palestina ketika itu termasuk salah satu begian negeri Syam. Belum pernah terjadi saat itu adanya pembatasan-pembatasan wilayah/area yang dipisahkan oleh perjanjian ‘Saikus baiku’ yang memilukan (seperti saat ini).
Hati yang Diam Kala Terluka
Oleh Syaikh Mamduh Farhan al-Buhairi
Seorang dokter ahli bedah bergegas menuju rumah sakit begitu dihubungi pihak rumah sakit karena seorang pasien dalam kondisi kritis harus segera dioperasi. Begitu sampai dia mempersiapkan diri, mandi dan bersalin pakaian.
Dimanakah Cinta Seorang Ayah?
[MIB] "S" adalah seorang lelaki yang hidup dalam keluarga broken home. Ayahnya hanya sibuk mencari harta dan kekayaan dengan segala cara yang ada. Sedang sang ibu lebih mementingkan untuk keluar, pergi dan jalan-jalan. Karena itu, harmonisme di antara suami dan istri ini hampir mustahil dan bisa menyebabkan perceraian. Kekerasan hati sang ibu sudah sampai pada puncaknya ketika ia kabur dari rumah tanpa memberi pandangan kasih sayang kepada putranya yang masih kecil. Bahkan, dia keluar seolah narapidana yang membobol pintu penjara lalu melarikan diri dengan meninggalkan sesuatu yang termulia pada hati seorang ibu. Akan tetapi, apakah seperti ini orang yang disebut ibu?
Kehidupan S bersama ayahnya penuh hedonisme dan kemanjaan, tapi tanpa dibarengi perhatian dan pendidikan yang selayaknya. Pendidikan di mata sang ayah hanya sebatas pada apa dan berapa yang anaknya inginkan saja. Pendidikan di matanya hanya ambil dan ambillah tanpa hitungan dan kontrol. Anak itu pun tumbuh dewasa atas dasar pendidikan yang salah ini.
Akan tetapi, sang ayah menampakkan penampilan seorang jet set yang tidak pelit kepada putranya untuk memasukkan putranya ke sekolah asing. S menjalani semua studi pendidikannya di sekolah ini. Namun, apa yang dia dapat dari sekolah ini?
Dia hanya tahu menenggak minuman keras, narkoba, dan berbagai hubungan gelap bersama para gadis amoral dan menyelam di dalam jurang kerusakan pada kedua telinganya. Lalu di mana sang ayah? Sang ayah hanya sibuk dengan bisnis, profesi, dan urusan-urusan lainnya. Dengan memfasilitasi harta, pelayan, villa yang megah kepada putranya dan memasukkannya ke sekolah asing terfavorit (the best foreign school). Ayahnya mengira bahwa ia telah melaksanakan tanggungjawabnya terhadap putranya. Dimanakah cinta seorang ayah? Dan dimana arahan, nasihat, dan bimbingan itu?
Guru dan Dua Permainannya
Seorang guru sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada kapur dan di tangan kanannya ada penghapus. Guru itu berkata, "Saya memiliki sebuah permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur dan di tangan kanan saya ada penghapus. Jika saya angkat kapur ini, katakan 'Kapur!' dan jika saya angkat penghapus ini, katakan 'Penghapus!'" Murid-muridnya pun mengerti dan mengikutinya. Guru mengangkat tangan kanan dan tangan kirinya secara bergantian. Semakin lama semakin cepat.